Hal itu dikatakan anggota Komisi III DPR Ahmad Yani kepada
Rakyat Merdeka Online (Selasa, 21/9) terkait bursa pengganti Jenderal Bambang Hendarso Danuri yang akan lengser pada Oktober mendatang dari jabatan Kapolri.
Menurutnya dua syarat itu penting untuk menjaga kesolidan dan mencegah keratakan di antara sesama perwira Polri. Dari itu menurutnya, faktor angkatan menjadi sangat penting untuk diperhatikan.
"Ini juga untuk menghindari tidak ada gap psikokologis di antara mereka. Selain itu juga harus orang yang memiliki pengalaman panjang di Kepolisian. Supaya (saat memimpin) dia sudah memiliki pengalaman yang holistik," ujar Ahmad Yani.
Sedangkan, untuk nama Komjen Imam Sudjarwo yang disebut-sebut sebagai calon kuat Kapolri, Ahmad Yani mengisyaratkan akan menolak. Karena dia tidak ingin Imam Sudjarwo yang baru kemarin resmi menyandang bintang tiga-tiga
ujug-ujug diangkat jadi Kapolri.
"Imam Sudjarwo harusnya dimatangkan dulu. Dia jadi Kabareskrim atau Wakapolri, jangan
ujug-ujug jadi Kapolri. Makanya Presiden harus arif dalam menentukannnya. Supaya tidak ada gonjang-ganjing," cetusnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: