CALON KAPOLRI

Minta Ajukan Lebih dari Satu Nama, PPP juga Tak Mau hanya Jadi Stempel SBY

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 21 September 2010, 09:09 WIB
Minta Ajukan Lebih dari Satu Nama, PPP juga Tak Mau hanya Jadi Stempel SBY
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebaiknya mengirim lebih dari satu nama calon Kepolisian Republik Indonesia ke DPR. Hal ini untuk menghindari kesan bahwa SBY hanya menjadikan DPR sebagai alat legitimasi semata.

Demikian dikatakan anggota Komisi III dari Partai Persatuan Pembangunan Ahmad Yani kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 21/9).

Ahmad Yani sendiri menyesalkan aturan yang menyebutkan bahwa DPR hanya punya kewenangan menerima atau menolak, bukan memilih, dieksploitasi atau dijadikan sebagai pembenar agar Presiden SBY mengirim satu nama. Menurutnya, pasal itu hanya cocok pada masa orde baru dan tidak relevan untuk saat ini.

"Itu pemahaman yang keliru. Kalau seperti itu sama saja DPR jadi alat legitimasi Presiden. Kalau dibilang, jika mengajukan dua nama akan terjadi politik dagang sapi, tidak pas. Karena mengirim satu nama juga bisa saja jadi politik dagang sapi. Tapi kan yang penting niat dan bagaimana kontrol dalam seleksi itu," demikian Ahmad Yani. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA