CENTURYGATE

Cara Berpolitik Golkar-Demokrat Tak Meningkatkan Kualitas Demokrasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 16 September 2010, 10:00 WIB
Cara Berpolitik Golkar-Demokrat Tak Meningkatkan Kualitas Demokrasi
RMOL.Perseteruan Partai Golkar dan Partai Demokrat lewat isu penuntasan kasus Centurygate oleh Komisi Pemberantasan Korupsi belakangan ini hanya lah salah satu taktik untuk untuk membuka peluang-peluang transaksi atau bater kasus di antara dua partai besar itu.

"Langkah Golkar dan Ical (Aburizal Bakrie) yang sekarang menjaga jarak dan mem-blow-up kasus Centurygate merupakan reaksi pasca penetapan sejumlah politisi Partai Golkar sebagai tersangka KPK," jelas Direktur The Political Literacy Insttute Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 16/9).

Sementara pressure Demokrat dilakukan melalui isu reshuffle kabinet dan mengungkap kembali kasus-kasus pajak yang berkaitan dengan perusahaan milik Ical.

"Fenomena itu menunjukkan sesungguhnya koalisi Golkar dan Demokrat itu semu dan pragmatis untuk saling mengamankan kepentingan sekaligus borok-borok politing masing-masing. Golkar sangat berpotensi menjadi teman sekaligus musuh dalam selimut, karena praktik koalisi setengah hati," jelasnya.

Dari itu dia menilai, cara berpolitik Golkar dan Demokrat ini tak akan memperkuat kualitas demokrasi dan sistem perpolitikan di Indonesia. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA