"Langkah Golkar dan Ical (Aburizal Bakrie) yang sekarang menjaga jarak dan mem-
blow-up kasus Centurygate merupakan reaksi pasca penetapan sejumlah politisi Partai Golkar sebagai tersangka KPK," jelas Direktur The Political Literacy Insttute Gun Gun Heryanto kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 16/9).
Sementara
pressure Demokrat dilakukan melalui isu
reshuffle kabinet dan mengungkap kembali kasus-kasus pajak yang berkaitan dengan perusahaan milik Ical.
"Fenomena itu menunjukkan sesungguhnya koalisi Golkar dan Demokrat itu semu dan pragmatis untuk saling mengamankan kepentingan sekaligus borok-borok politing masing-masing. Golkar sangat berpotensi menjadi teman sekaligus musuh dalam selimut, karena praktik koalisi setengah hati," jelasnya.
Dari itu dia menilai, cara berpolitik Golkar dan Demokrat ini tak akan memperkuat kualitas demokrasi dan sistem perpolitikan di Indonesia.
[zul]
BERITA TERKAIT: