Tapi, Asep yang warga Kampung Canukur, Sukaluyu, Ganeas, Sumedang ini tidak bisa berkutik. Dia dipepet polisi. Kemudian motornya ditendang. Asep ambruk di aspal tertindih sepeda motor.
Ketika digeladah, polisi menemukan delapan paket ganja siap edar. Barang itu disembunyikan di helm tiga paket. Dan lima paket di saku celananya.
Ceritanya berawal kala Asep melaju dari arah Sumedang menuju Ganeas. Dua polisi dari unit Narkoba Polres Sumedang membuntuti. Ya, polisi mengetahui jika Asep usai transaksi ganja.
Polisi mencoba menghentikan. Tapi Asep malah tancap gas. Tepat di depan SMAN II Sumedang, di Rancapurut, Kecamatan Sumedang Utara, polisi menyalip. Lalu motor Asep ditendang. Karuan dia terjatuh. Cepat Asep ditangkap.
Dua motor berjatuhan dan membuat kaget warga yang ada di lokasi. Mereka berkerumun dan setelah melihat anggota polisi yang menangkap pelaku sebagian masyarakat menyingkir. Arus lalu lintas Sumedang-Situraja-Wado sempat macet karena banyak yang ingin melihat aksi penangkapan pengedar ganja. Lalu lintas bisa dicairkan setelah anggota yang lain berdatangan.
Menurut Asep, dirinya tidak menyangka akan tertangkap polisi ketika sedang membawa ganja. Katanya delapan paket ganja itu milik Ridwan alias Sobana (29).
“Dia pengedar dan pernah dihukum karena kasus yang sama,” kata Asep, (25/8).
Polisi cepat bergerak. Ridwan yang warga Canukur, Desa Sukaluyu, Kecamatan Ganeas, ditangkap. Dikatakan Sobana, ganja itu dibeli Rp 25 ribu per paketnya dari Cicadas, Bandung.
[arp]
BERITA TERKAIT: