"Itu pernyataan yang tendensius dan lucu yang menunjukkan beliau bukan seorang negarawan. Beliau tidak paham terhadap kasus ini," ujar Peneliti Hukum ICW Donal Fariz di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan (Minggu, 22/8).
Jimly menyebut ICW sebagai anak manja karena salah satu anggotanya, Tama S Langkun, dijenguk SBY setelah mengalami upaya percobaan pembunuhan dari orang tak dikenal pada Kamis (8/7) dini hari lalu.
Hal itu dikatakan Jimly pada Rabu (19/8) lalu saat dimintai tanggapan atas laporan ICW terkait temuan tentang integritas tujuh bakal calon pimpinan KPK yang diserahkan ke Panitia Seleksi Pimpinan KPK. Jimly merupakan salah satu di antara tujuh bakal calon yang diinvestigasi ICW.
Donal melanjutkan, kunjungan Presiden SBY pada waktu itu merupakan inisiatif Presiden sendiri. ICW tegasnya, tidak pernah mengundang Presiden SBY untuk menjenguk Tama yang saat itu sedang dirawat di RS Asri Duren Tiga Jakarta Selatan.
"Jimly juga sempat datang ke kita dan itu atas keinginan Jimly sendiri. Bukan atas undangan kita," tegasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: