Pasalnya, isi pidato Presiden SBY sangat normatif dan tidak menjawab persoalan-persoalan yang saat ini dihadapi masyarakat.
"Itu hanya cakupan secara garis besar saja. Tentu sangat disayangkan. Karena banyak permasalahan yang tidak diucapkan. Harusnya menjawab problem-problem yang ada antara lain perekonomian, keamanan dan geopolitik," ujar Mega.
Hal itu dikatakannya kepada wartawan usai mengikuti pelaksanaan Upacara Hari Ulang Kemerdekaan (HUT) RI ke-65 di lapangan parkir depan kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Selasa, 17/8).
Mega membeberkan, Presiden SBY sama sekali tidak menyinggung soal penangkapan tiga pegawai Departemen Kelautan dan Perikanan oleh Polisi Diraja Malaysia di Perairan Riau pada Jumat lalu. Selain itu, Presiden juga tidak memberikan solusi atas tantangan kenaikan harga-harga bahan pokok. Padahal, ucap Mega, untuk yang terakhir itu sudah ia sampaikan pada Rakornas DPP PDI Perjuangan belum lama ini.
"Juga mengenai konversi minyak ke tabung gas. Karena pidato tanggal 16 Agustus sebagai jawaban secara formal dari pemerintah, maka karenanya harusnya isi pidatonya merupakan jawaban-jawaban," tegas Mega.
Apa penilaian Anda terhadap Pidato Presiden SBY itu, baik atau buruk?
"Nah itu kamu yang jawab," elaknya.
[zul]
BERITA TERKAIT: