Suhardi: Kenaikan PT Ancam Demokrasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 15 Agustus 2010, 11:59 WIB
Suhardi: Kenaikan PT Ancam Demokrasi
RMOL. Rencana partai-partai besar di parlemen akan menaikkan parlementary treshold (PT) dari 2,5% menjadi 5 persen dinilai akan dapat mengganggu sistem demokrasi.

Karena kenaikan PT itu otomatis akan membuat banyak suara pada pemilihan umum tidak terakomodir di parlemen. 

"Saat ini ada lebih dari 30 partai kecil (non-parlemen). Kalau PT dinaikan, berarti kita sudah tidak bisa mengakomodir mereka," ujar Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 15/8).

Menurutnya, alasan menaikkan PT untuk menyederhanakan partai tidak pas. Ada cara lain untuk itu. Misalnya dengan cara memperluas jangkauan PT 2,5%, bukan menaikkan bilangan PT-nya.

"Kami ingin PT itu tetap 2,5%. Bagi kami itu sudah wajar. Kami inginnya tidak hanya untuk mengukur pusat, melainkan dikembangkan sampai ke daerah (DPR Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota). Dengan demikian, penyederhanaan partai juga terjadi", demikian Suhardi. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA