Ketua Umum Partai Gerindra, partai yang didirikan Prabowo, Suhardi tak mempermasalahkan tudingan itu. Ia menilai tudingan itu hal yang wajar dalam negara demokratis.
"Itu hak mereka. Itu wajar-wajar saja dalam demokrasi. Tapi Pak Prabowo itu dulu-dulu juga kan sudah jadi ketua HKTI. Dulu-dulu juga sudah diisukan kayak gitu," ujar Suhardi kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 15/8).
Namun, dia mengingatkan kepengurusan HKTI yang dipimpin Prabowo saat ini banyak diisi oleh orang-orang dari berbagai partai, selain dari Gerindra sendiri. Dia membeberkan ada pengurus dari Partai Demokrat, bahkan ada juga yang dari PDI Perjuangan.
"Jagi nggak mungkin kalau HKTI kita jadikan alat politik Pak Prabowo, apalagi untuk 2014," sanggah guru besar kehutanan Universitas Gajah Mada ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: