"Century, kami selaku fraksi sudah minta tim yang ada di Century lebih keras, lebih transparan dan semuanya secara terbuka," ujar Setya kepada wartawan pada acara buka puasa bersama di kantor DPP Partai Golkar Slipi, Jakarta Barat tadi malam (Kamis, 12/8).
Pada saat yang sama, Bendahara Umum DPP Partai Golkar ini juga membantah bahwa telah terjadi barter kasus antara dugaan kasus pajak PT Kaltim Prima Coal, anak perusahaan Bakrie Group dengan kasus Bank Century.
"Tidak ada satu pun kita minta sebagai alat bargaining. KPC tidak ada bargaining-bargaining, karena itu sudah di luar partai kita. Itu adalah hal yang berkaitan dengan perusahaan. Sudah ada pemisahan antara perusahaan dengan politik, Pak Ical dengan usahanya," ujar Setya.
Lagi pula, masih kata Setya, tidak ada masalah dalam praktik usah perusahaan group Bakrie itu. Dia mengatakan, saat ini penegak hukum juga sedang mengkajinya, dan sepanjang sepengatahuannya semuanya berjalan dengan sebaik-baiknya.
"Hanya perlu suatu koreksi apakah yang dilakukan KPC itu sah atau tidak. Karena apa yang dilakukan KPC itu sudah sebaik-baiknya. Kan tidak ada pengusaha pribumi sebaik Pak Ical," ucapnya memberi pujian.
[zul]
BERITA TERKAIT: