Jakarta, RMOL. Bila keadaan Kota Jakarta tidak ada perubahan, terutama dari segi kemacetan, ibukota negara sangat layak untuk dipindahkan.
"Saat ini kan Jakarta sangat macet. Berapa waktu dan uang masyarakat yang hilang setiap hari akibat dari kemacetan ini. Kalau tidak ada perubahan, ya perlu dipertimbangkan kota lain. Tapi untuk kemacetan kota Jakarta ini, sebenarnya tidak hanya tanggung jawab Pemrov DKI, tapi juga pemerintah pusat," ujar anggota Komisi II DPR Abdul Wahab Dalimunthe kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 3/8).
Namun, wacana pemindahan ibukota Jakarta itu harus dimatangkan terlebih dahulu. Menurutnya harus ada tahapan-tahapannya, jadi tidak bisa sekaligus. Setidaknya, perlu waktu 20 tahun untuk merealisasikan wacana tersebut.
"Karena kalau sekaligus, dari mana biayanya. Karena itu paling tidak membutuhkan dana Rp 20-30 triliun. Karena anggaran negara saat ini sangat sedikit. Ibaratnya, ditarik ke atas, kelihatan kaki. Ditarik ke bawah kelihatan pusar," jelasnya.
Soal kota yang akan jadi pengganti Jakarta, di berpendapat lebih baik Jonggol, Bogor daripada Kota Palangkaraya. Karena Jonggol lebih dekat dari Jakarta daripada Palangkaraya. Jadi akan memakan biaya lebih sedikit. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: