Hanura: Rumah Aspirasi Akal-akalan DPR yang Kesekian

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 03 Agustus 2010, 08:41 WIB
Hanura: Rumah Aspirasi Akal-akalan DPR yang Kesekian

Jakarta, RMOL. Wacana pembentukan rumah aspirasi untuk setiap anggota DPR yang digulirkan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR merupakan akal-akalan untuk mendapatkan anggaran bagi kepentingan DPR sendiri.

"Kami tidak setuju itu. Kemarin dana aspirasi, sekarang keluar rumah aspirasi. Ini hanya akal-akalan saja. Lagi pula efektifitasnya juga masih dipertanyakan," ujar Wakil Ketua Fraksi Hanura Syarifuddin Sudding saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 3/8).

Dalam menyerap aspirasi rakyat, sebenarnya setiap anggota DPR telah mendapat dana reses dari Kesekjenan DPR. Dengan adanya dana reses itu, menurut anggota Komisi III ini, tidak perlu lagi anggaran untuk pembangunan rumah aspirasi sebesar Rp 200 juta per anggota DPR.

"Kalau untuk rumahnya, bukankah setiap anggota DPR punya rumah atau posko di daerah pemilihan (dapil) masing-masing, saat kampanye jadi caleg (calon legistatif). Itu saja dimanfaatkan," sarannya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA