Jakarta, RMOL. Kritik Pong Hardjatmo terhadap kinerja anggota Dewan disambut baik. Namun, caranya menyampaikan kritik dengan mencorat-coret atap gedung DPR tidak bisa diterima.
"Aksi Pak Pong itu tujuannya bagus. Tidak ada yang mempermasalahakan. Tapi yang kami sesalkan adalah caranya. Kita tidak bisa membiarkan segala sesuatu bertabrakan dengan kaidah-kaidah," ujar anggota Komisi I DPR Ramdhan Pohan saat dihubungi Rakyat Merdeka Online (Senin, 2/8).
Dia mengimbau agar semua orang menyalurkan kritik dengan proprosinya masing-masing. Negara ini, lanjutnya, adalah negara hukum. Jadi tidak bisa membabi buta dalam memberikan kritik dengan menghalalkan segala cara.
"Ini harus mendapat teguran. Tentunya berdasarkan undang-undang yang ada. Karena kalau tidak ditegur, akan banyak orang yang seenaknya saja menocoret-coret simbol negara, seperi bendera. Tidak ada yang kebal hukum," tegasnya.
Bukankah Pong beralasan, kritik lewat tulisan dan ucapan sudah tidak dengar. Jadi perlu aksi?
"Saya belum dengar kritik Pak Pong sebelumnya. Ini kan tiba-tiba saja," jawabnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: