Jakarta, RMOL. Tudingan Indonesian Corruption Watch (ICW) bahwa Partai Demokrat hanya omong kosong dalam memberantas kasus korupsi ditanggap keras oleh kader partai berlambang bintang mercy itu.
"Saya nggak mengerti, apa yang dimaksud oleh ICW ini. Komitmen kami tentang pemberantasan korupsi sangat kuat," ujar Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 2/8).
Terkait dengan beberapa nama anggota dewan Partai Demokrat yang disebut tersandung kasus korupsi, Ramadhan Pohan menegaskan, hal itu sepenuhnya diserahkan kepada penegak hukum. Karena penegak hukum lah yang berhak untuk menentukannya.
"Partai Demokrat tidak pernah sama sekali mengintervensi penegak hukum. Jadi sepenuhnya kami serahkan. Kalau Asad, kan sekarang lagi PK (Peninjauan Kembali) di Mahkamah Agung," jelasnya.
Bagaimana dengan kader Partai Demokrat Agusrin M. Najamudin, telah ditetapkan jadi tersangka, tapi tetap didukung pada waktu Pilgub Bengkulu lalu?
"Itu kan baru tersangka. Belum ada putusan hukum, belum ada vonis. Jadi kami mengikuti penegak hukum," tegasnya.
"Lagi pula kenapa hanya Demokrat yang disorot. Bukankah kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (Miranda S Goeltom) juga menyeret belasan nama anggota partai dari partai tertentu. Padahal itu di depan mata. Jadi ada yang paradox," kilahnya.
Meski Ramadhan Pohan tidak menyebutkan nama partai yang terkait dengan kasus Miranda S Goeltom, namun publik sudah bisa menebak. Yaitu, beberapa kader PDI Perjuangan disebut-sebut terlibat dalam kasus tersebut. Bahkan, Dudhi Makmun Murod, salah satu kader PDIP, telah dijatuhi vonis. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: