WAWANCARA

Max Sopacua: Empat Nama Itu Masih Digadang-gadang SBY

Minggu, 01 Agustus 2010, 10:40 WIB
Max Sopacua: Empat Nama Itu Masih Digadang-gadang SBY

Jakarta, RMOL. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum me­mu­tuskan siapa yang pantas menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR  menggantikan Anas Ur­baningrum.

“Kami sudah mengusulkan empat nama ke Pak SBY, yaitu Muhammad Jafar Hafsah, Taufiq Effendi, Sutan Bathoegana, dan Hayono Isman. Tapi sampai sekarang belum diputuskan,’’ ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Belum ada bocoran ya siapa kira-kira yang dipilih SBY?

Belum ada. Sekarang ini kita sedang menunggu, siapa  yang mendapat restu. Maaf ya, siapa yang dijagokan Pak SBY saja, saya nggak tahu. Tugas kita kan hanya sampai mengajukan calon tersebut.

Sebagai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, mana tahu su­dah ada kabar angin begitu?

Nggak ada. Tunggu saja nanti ya. Yang jelas empat nama itu masih digadang-gadang (SBY) ya...

Menurut rencana kapan Ke­tua Fraksi Partai Demokrat DPR yang baru itu sudah ter­pilih?

Rencananya usai reses DPR pada sidang pertamanya, yakni pertengahan Agustus mendatang. Di situ nanti Insya Allah  sudah ada Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR yang baru.

Jadi, belum ada tanggal pas­ti­nya ya?

Yang jelas, ketika masuk nanti sudah ada Ketua Fraksi yang baru. Sidang pertama sesuai reses adalah 15 Agustus 2010.  Di situ diharapkan sudah ada Ketua Fraksi yang baru. Kita tunggu saja keputusan dari Dewan Pem­bina karena dia lebih ber­wenang menentukan mana yang layak dan mana yang tidak.

Memang seperti apa yang disebut layak sih?

Saya nggak tahu. Tapi yang jelas untuk menjadi ketua fraksi bukan hanya mengurus fraksi saja. Mereka harus punya ke­mam­puan berhubungan internal dan eksternal yaitu berhubungan dengan delapan fraksi lainnya. Itu sebagai tolak ukur.

Jadi, bukan persoalan usia ya?

Betul. Ini bukan persoalan dia tua atau muda, pernah atau pintar dalam berorganisasi. Bukan itu persoalannya. Kalau dikatakan pintar berorganisasi mungkin karena pengalaman dalam ber­orga­nisasi. Menciptakan hu­bung­an yang indah dengan orang lain juga perlu. Secara politisi dan politik kita harus tahu itu adalah suatu kemampuan ter­sendiri.

Jadi, bukan semata-mata di­nilai pintar berorganisasi dong?

Emang betul pengalaman ber­or­ganisasi itu penting. Tapi tidak semata-mata itu menjadi tolak ukur dong. Sebab, masih ada hal yang lain.

Memang berapa orang yang ikut pemilihan tersebut?

Nggak ada pemilihan, itu opini di koran saja. Kita nggak pernah melakukan pemilihan. Kita me­ngajukan beberapa nama gitu aja. Ini bukan kongres atau apa gitu.

Lalu bagaimana cara memi­lih empat nama itu?

Nama-nama itu dipilih dan direkomendasikan berdasarkan kompetensi, pengalaman beror­ganisasi, serta mampu memba­ngun komunikasi politik, baik di internal fraksi maupun dengan fraksi-fraksi lain di DPR.

Mengapa hanya empat orang saja?

Mereka itu kan terdiri dari orang senior, punya kemampuan, bisa beradaptasi dengan yang lain. [RM]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA