Tak dapat disangkal mulai dari kelompok ibu-ibu walau sedang belanja di daerah perumahan semua mempergunjingkan nama Rita, "Walau ibarat berpasangan dengan siapapun akan menang". Sama halnya dengan bapak-bapak yang doyan kopi semua mempergunjingkan siapa calon kuat Pilkada Kaltim, nama Rita tentu selalu ada .
Keberhasilan tim kampanye Rita Widyasari sukses meraup simpati. Tim Kreator sangat kreatif menampilkan kampanye digital, jauh dahsyat dari iklan Tv. Tim kreator media kreatif menggiring nama Rita ke setiap genggaman warga dan sukses.
Namun banyak pihak yang kurang waspada bahwa belum ada satupun dari tiga Lembaga Survey yang mempublikasi hasil-hasil tentang Rita. Padahal survei untuk opini publik akan mendorong munculnya "bandwagon effect".. Masyarakat yang pada awalnya berdiri pada posisi netral berupaya ditarik untuk mengikuti kehendak khalayak untuk masuk dan memilih kontestan tertentu. Atau bahkan keinginan untuk meraup swing voters dari pihak rival.
Lembaga Survei bisa saja mengklaim tapi sangat jelas saya dapat sebutkan tak jarang lembaga survei juga merangkap menjadi konsultan politik, inilah hebatnya Indonesia.
Beberapa hari lalu bagai halilintar menyambar hilir mudik berita Rita ditetapkan sebagai Tersangka. Bahkan pada pemeriksaan awal Rita langsung ditahan.
Beberapa kejanggalan: Pertama, kasus yang ditersangkakan adalah gratifikasi tahun 2010 di mana pada tahun 2014 telah diperiksa oleh KPK (sebelum Pilkada Kutai Kartanegara ). (Tidak Terbukti)
Kedua, KPK melakukan penahanan demikian cepat sementara menurut saya tak ada alasan Rita menghilangkan barang bukti atau lari ke luar negeri.(Mengundang Keraguan Akan Langkah KPK).
Sahabat dan saudara saya terkasih, sebuah pertanyaan bagaimana jika kelak saudari Rita dalam upaya hukumnya mengajukan pra peradilan dan dikabulkan?
Beberapa kesimpulan: Survei ternyata tak memberikan sebuah kepastian bagi Rita,dan tentu jika dicermati memang belum ada yang mempublikasikannya (tiga lembaga Survei). Kedua, kemenangan Rita terletak pada keteguhan seorang Putri Kutai Kartanegara menghadapi dan menyelesaikan permasalahan hukum. Ketiga, KPK telah membantu Rita untuk menjadi Gubernur Kalimantan Timur .
Tak salah jika saya menduga Konsultan Politik terlalu canggih memainkan celah-celah ini. Inilah Hebatnya Indonesia "Jangan Kesurupan Membaca Hasil Survei".
Vani TambajongKader Golkar Kalimantan Timur
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: