Serangan Politik ke Gibran Pengaruhi Modal Pemilu 2029

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/bonfilio-mahendra-1'>BONFILIO MAHENDRA</a>
LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA
  • Senin, 02 November 2026, 22:43 WIB
Serangan Politik ke Gibran Pengaruhi Modal Pemilu 2029
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Dokumentasi RMOL)
Kecil Besar
rmol news logo Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki sejumlah modal politik yang membuat posisinya tetap relevan bila maju kembali di Pemilu 2029.

Salah satu penyebabnya, selain menjabat wakil presiden, Gibran mempunyai tingkat pengenalan publik yang luas karena kerja-kerjanya sebagai Wapres.

Namun sisi lainnya, posisi ini jadi dilema saat nama Gibran menuai berbagai polemik, mulai dari persoalan administrasi pendidikan, rivalitas politik, hingga perdebatan mengenai latar belakang keluarganya.

Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, menyoroti bagaimana kritik terhadap Gibran terlihat dominan dalam percakapan media sosial, karena interaksi membuat konten kontroversial dan perdebatan politik lebih mudah memperoleh perhatian.

“Suara yang terdengar paling keras di media sosial belum tentu mewakili mayoritas sesungguhnya,” tulis Chamad dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta pada Senin, 2 November 2026.

Kendati demikian, Chamad mengajak publik untuk melihat posisi Gibran dalam sejumlah survei yang memperlihatkan bahwa berbagai polemik yang mengiringinya tidak serta-merta menghilangkan peluang politiknya.

Survei SMRC pada 1-10 Oktober 2026 mencatat elektabilitas Gibran sebesar 8,4 persen dalam simulasi semi-terbuka 24 nama calon presiden.

Itu sebabnya, posisi strategis Gibran tetap harus diimbangi dengan pembuktian kinerja, kapasitas kepemimpinan, dan akuntabilitas sebagai wakil presiden.rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA