Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menilai, perubahan cara pandang terhadap laut menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi maritim Indonesia.
Selama ini, pembangunan dinilai masih berorientasi pada daratan, padahal sektor kelautan dan perikanan berperan penting dalam ketahanan pangan, industri, perdagangan, hingga kesejahteraan masyarakat pesisir.
"Laut bukan sekadar halaman belakang Indonesia, tetapi harus menjadi salah satu halaman depan pembangunan nasional," kata Adi kepada wartawan, Senin, 2 November 2026.
Menurutnya, pengembangan ekonomi maritim tidak boleh sebatas mengeksploitasi sumber daya laut, tetapi harus memperkuat produksi, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat pesisir.
Dalam konteks tersebut, sejumlah program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), seperti Kampung Nelayan Merah Putih, swasembada garam, revitalisasi tambak Pantura, budidaya perikanan tematik, budidaya udang terintegrasi, hingga modernisasi kapal perikanan, menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor maritim.
Adi menegaskan, KKP memiliki posisi strategis untuk menerjemahkan visi pembangunan maritim menjadi kebijakan konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Tentu visi besar Presiden tidak cukup hanya menjadi wacana. Harus ada kementerian yang menerjemahkannya menjadi kebijakan konkret. Di sinilah posisi strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan," kata Direktur Parameter Politik Indonesia ini.
Namun, Adi mengingatkan keberhasilan program tersebut harus diukur melalui dampak nyata, mulai dari peningkatan produktivitas, akses pasar, kesempatan usaha, hingga pendapatan nelayan.
Menurutnya, laut harus menjadi basis pertumbuhan ekonomi nasional yang tidak hanya mengoptimalkan sumber daya alam, tetapi juga memastikan masyarakat pesisir memperoleh manfaat nyata dari pembangunan maritim.
“Dengan demikian laut tidak hanya dipandang sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai basis pengembangan ekonomi nasional yang melibatkan masyarakat pesisir secara langsung,” tutupnya.
BERITA TERKAIT: