Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun saat merilis hasil survei terbarunya yang bertajuk "Evaluasi Kerja, Program Prioritas, Isu Terkini, dan Elektabilitas, di Bakoel Koffie Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 31 Agustus 2026.
"Prabowo masih unggul secara elektabilitas, baik dalam skenario pertanyaan terbuka maupun semi terbuka," kata Rico.
Rico menyebutkan, berdasarkan jawaban responden, terdapat nama-namanya tokoh politik yang masuk lima besar apabila pemilu diadakan hari ini.
"Pertama (unggul) Prabowo Subianto di 32,4 persen, Dedi Mulyadi 20,6 persen, Anies Baswedan 20,5 persen, Ganjar Pranowo 5 persen, dan Sherly Tjoanda 4,1 persen," kata Rico.
Menurutnya, elektabilitas tokoh itu tidak terlepas dari kepuasan terhadap program pemerintah. Yakni, ada tiga program unggulan Presiden Prabowo yang paling disukai publik.
"Yakni Makan Bergizi Gratis atau MBG disukai 38,4 persen responden. Disusul Sekolah Rakyat 15,7 persen, dan Bansos (bantuan sosial) dan BLT (bantuan langsung tunai) 6,3 persen," tambah Rico.
Selain masuk bursa bakal calon presiden (bacapres), nama KDM ternyata juga bertengger di lima besar bursa bakal calon wakil presiden (bacawapres).
"Jika Pemilu diadakan hari ini, Gibran Rakabuming Raka mencatat elektabilitas 20,1 persen. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 13,5 persen, Dedi Mulyadi 11,2 persen, Mahfud MD 7,9 persen, dan Anies Baswedan 6,6 persen," kata Rico.
Lebih lanjut, Rico menyebutkan bahwa dari temuan surveinya kali ini, ada hal yang tidak ungkap dalam rilis hari ini, terutama terkait dengan selisih tipis antara Prabowo dengan KDM.
"Bahwa jika dilihat dari tingkat (responden kalangan) akademik itu Pak Prabowo nomor 1. Tapi kalau berdasarkan popularitas, maka memang KDM banyak dipilih, karena turunnya dia ke masyarakat, memberikan solusi aktif dan lain sebagainya," kata Rico.
"Kalau dulu kita ingat, waktu 2009, 2014, 2019 itu baru masuk ya Facebook. Pak Jokowi juga nomor 1 pakai itu. Pak KDM sekarang juga menggunakan hal yang sama. Dia
native atau pribumi lah di medsos. Dia naik tapi belum nomor 1. Dan apakah akan nyalip, kita belum tahu," demikian Rico.
BERITA TERKAIT: