Soroti Wacana Rusun di Atas Sungai, Aktivis Minta PKP Maksimalkan Lahan Negara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Senin, 31 Agustus 2026, 13:03 WIB
Soroti Wacana Rusun di Atas Sungai, Aktivis Minta PKP Maksimalkan Lahan Negara
Ketua Komunitas Peduli Sungai Banksasuci Foundation, Ade Yunus (topi putih) Foto: Dokumen pribadi
Kecil Besar
rmol news logo Wacana pembangunan rumah susun tiga hingga empat lantai di atas sungai dinilai berisiko mempersempit ruang aliran air dan meningkatkan ancaman banjir.
HUT RMOL news

Ketua Komunitas Peduli Sungai Banksasuci Foundation, Ade Yunus, meminta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempertimbangkan kembali gagasan tersebut.

Menurut Ade, wacana Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) itu berpotensi bertentangan dengan ketentuan mengenai sungai dan bangunan di sekitar badan air.

“Kami menentang, itu ide konyol (membangun rusun diatas sungai), jelas melanggar PP No 38 Tahun 2011 tentang Sungai dan Permen PUPR No 28/PRT/M/2015 yang melarang pendirian bangunan permanen di sempadan dan badan sungai, apalagi diatas sungai,” kata Ade, Senin, 31 Agustus 2026.

Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) itu menilai pembangunan di atas sungai juga harus mempertimbangkan fungsi aliran sungai dalam menampung debit air.

“Aliran sungai membutuhkan ruang untuk menampung debit air. Adanya bangunan di atasnya dapat mempersempit aliran dan meningkatkan risiko banjir serta erosi, tidak sejalan dengan upaya normalisasi lingkungan dan mitigasi bencana,” ujarnya.

Karena itu, Ade meminta Kementerian PKP mengkaji kembali gagasan pembangunan hunian di atas sungai. Ia mendorong pemerintah memanfaatkan lahan negara untuk mendukung program pembangunan 3 Juta Rumah.

“Kan masih banyak lahan sitaan Kejaksaan Agung, aset obligor BLBI, lahan kosong BUMN, hingga lahan tidur milik negara, ngapain diatas sungai,” katanya.

Ade juga meminta Kementerian PKP tidak hanya mengejar terobosan dalam penyediaan hunian baru, tetapi turut memperhatikan perbaikan rumah masyarakat yang tidak layak huni.

“Jangan menghabiskan energi membuat kajian dengan ide konyol tersebut, sampai kapanpun kami tolak dan kami tentang,” tandasnya.

Sebelumnya, Maruarar Sirait mengungkapkan gagasan pembangunan hunian tiga hingga empat lantai dengan struktur baja di atas sungai atau kali sebagai salah satu terobosan penyediaan hunian di tengah keterbatasan lahan.

"Bagaimana suatu saat ada terobosan misalnya bagaimana mulai berpikir membangun rumah (susun) tiga atau empat lantai dengan baja tidak perlu lift tapi di atas sungai-sungai atau kali-kali yang ada. Doain kami," kata Ara, sapaan akrab Maruarar, di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.

Gagasan tersebut masih dalam tahap pengkajian, termasuk kebutuhan material, biaya, dan regulasi. Ara juga menegaskan konsep itu tidak akan dipaksakan apabila tidak mendapat persetujuan masyarakat dan pengembang. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA