Salah satu keteladanan penting yang diwariskan Rasulullah SAW adalah sikap tegas dalam menegakkan hukum secara adil dan tanpa pandang bulu.
Hal tersebut disampaikan Politikus PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi dalam pesan Maulid Nabi. Ia menegaskan bahwa keadilan hukum merupakan salah satu fondasi penting bagi terciptanya ketertiban, kepercayaan publik, dan stabilitas negara.
“Ketidakadilan hukum sering kali menjadi pemicu ketidakpuasan publik, bahkan dapat mengganggu stabilitas negara. Karena itu, momentum Maulid Nabi harus kita jadikan pengingat untuk kembali meneladani Rasulullah SAW, khususnya dalam menegakkan keadilan,” ujar Habib Aboe, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurutnya, Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat kuat mengenai prinsip kesetaraan di hadapan hukum. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan berdasarkan status sosial, kekayaan, kedudukan, maupun hubungan kekerabatan.
“Rasulullah SAW menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Beliau mengajarkan bahwa hukum harus berlaku untuk semua orang. Tidak boleh ada hukum yang hanya keras kepada masyarakat kecil, tetapi lunak kepada mereka yang memiliki kekuasaan, jabatan, atau pengaruh,” tegasnya.
Habib Aboe mengingatkan salah satu hadis yang menggambarkan ketegasan Rasulullah SAW dalam menjunjung prinsip kesetaraan di hadapan hukum. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa apabila Fatimah binti Muhammad melakukan pencurian, beliau sendiri yang akan menegakkan hukum terhadapnya.
Ia menilai prinsip tersebut sangat relevan dengan tantangan penegakan hukum saat ini. Aparat penegak hukum, menurutnya, harus memiliki keberanian, integritas, dan independensi dalam menjalankan kewenangannya.
“Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh aparatur penegak hukum agar jangan sampai muncul praktik ‘tajam ke bawah, tumpul ke atas’. Hukum harus berdiri tegak dan berlaku sama bagi siapa pun,” ujar Habib Aboe.
BERITA TERKAIT: