Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Prabowo ingin melihat secara langsung kondisi terkini di lapangan setelah sebelumnya memimpin penanganan karhutla di Kalimantan.
Presiden tidak ingin hanya mengandalkan laporan, tetapi memastikan setiap keputusan yang telah diambil benar-benar dijalankan secara cepat dan terpadu.
“Bapak Presiden ingin memastikan penanganan berjalan sampai tuntas, tidak hanya menerima laporan, tetapi melihat dan mendengar langsung sendiri kondisi di lapangan, memastikan titik api benar-benar padam, dan seluruh keputusan yang telah diambil dilaksanakan dengan cepat, terpadu, dan tepat,” ujar Seskab Teddy dalam keterangannya.
Perhatian Prabowo tidak hanya diarahkan pada pemadaman titik api, tetapi juga pada penguatan sistem pencegahan. Koordinasi antara pemerintah daerah, khususnya gubernur, pangdam, dan kapolda, dinilai harus berjalan padu agar kebakaran tidak kembali terjadi.
Pemerintah didorong membangun sistem pencegahan yang kuat dan permanen sehingga penanganan karhutla tidak selalu bersifat reaktif setiap musim kemarau.
“Sistem pencegahannya harus diperkuat. Mulai dari sumur bor dan embung atau sumber air, pengawasan permanen, deteksi dini hotspot, hingga kesiapan desa-desa rawan Karhutla. Pencegahan harus dilakukan jauh sebelum api muncul,” kata Seskab.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Seskab Teddy dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra.
BERITA TERKAIT: