Pesan itu disampaikan Prabowo saat memberikan amanat dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Dalam amanatnya, Prabowo menekankan TNI dan Polri merupakan pilar utama negara yang memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan serta keamanan bangsa.
Karena itu, kedua institusi tersebut dituntut untuk terus memperkuat profesionalisme dan soliditas.
"TNI dan Polri adalah dua institusi yang vital bagi kelangsungan hidup negara. TNI dan Polri harus kuat, TNI dan Polri harus profesional, TNI dan Polri harus bersama-sama menjaga bangsa indonesia," kata Prabowo.
Kepala Negara mengingatkan para perwira TNI dan Polri untuk menjunjung tinggi integritas serta menjauhkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan kewenangan, praktik korupsi, maupun tindakan yang melanggar hukum.
"Jangn ada loyalitas korps yang sempit, integritas adalah kehormatan seorang perwira, jangan pernah menyalahgunakan jabatan, jangan pernah tergoda korupsi, penyelewengan jangan pernah berkompromi dengan narkoba judi atau pelanggaran hukum lainnya," tegasnya.
Prabowo juga mengingatkan bahwa setiap perwira TNI dan Polri berasal dari rakyat, sehingga pengabdian yang diberikan harus selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat.
"Sekali saudara mengkhianati rakyat, saat itu pula saudara kehilangan kehormatan mu, ingatlah selalu saudara lahir dari rakyat, dididik dengan uang rakyat, pakaian yang kau pakai, dari ujung kaki sampai ujung kepala adalah dari rakyat, makanmu dari rakyat, gajimu dari rakyat," ujarnya.
Presiden menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa jabatan dan pangkat bersifat sementara. Sementara pengabdian seorang perwira kepada bangsa dan negara akan dikenang sepanjang masa.
"Ingat jabatan hanya titipan, pangkat akan berlalu, yg dikenang sejarah adalah pengabdianmu kepada bangsa dan negara," pungkas Prabowo.
BERITA TERKAIT: