Hal ini menjadi salah satu pesan yang disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri panen raya serentak program ketahanan pangan bersama TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat 17 Juli 2026.
Dalam kunjungannya Kepala Negara sempat meninjau area mesin pengolahan sampah jenis MOTAH untuk melihat proses pengolahan limbah sekaligus mendengarkan penjelasan dari personel TNI.
Dalam peninjauan tersebut, Prabowo didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Pengelolaan sampah MOTAH atau Mesin Olah Runtah yang ada di lingkungan TNI AU ini memanfaatkan teknologi insinerator buatan anak bangsa. Mesin ini beroperasi secara mandiri tanpa memerlukan bahan bakar maupun listrik, mampu memusnahkan hingga 1 ton sampah per jam, serta menghasilkan abu yang dapat didaur ulang menjadi material bangunan.
Sistem MOTAH telah dikembangkan secara masif yang telah tersebar di 64 kabupaten dan kota yang memiliki fasilitas pengolahan terpadu berkapasitas hingga 100 ton.
Prabowo pada kesempatan itu juga menegaskan, komitmen pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh sebelum 2029, sebagaimana ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Menyikapi arahan Presiden Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menginstruksikan seluruh jajaran TNI untuk terlibat aktif dalam penanganan sampah nasional melalui penguatan gerakan kebersihan fisik serta pemanfaatan teknologi inovatif ramah lingkungan.
"Langkah ini menyelaraskan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan perang terhadap sampah demi mencapai target Indonesia bersih sebelum tahun 2029," kata Jenderal Agus dalam keterangan tertulis, Selasa 22 Juli 2026.
BERITA TERKAIT: