Berdasarkan tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo yang mengenakan baju safari krem dan peci hitam mengikuti prosesi peresmian dari Ruang Kredensial Istana Merdeka.
Kepala Negara didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung.
Sementara itu, prosesi groundbreaking di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, dipimpin Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Turut hadir Menteri PPN/Kepala Bappenas Rahmat Pambudi, CEO INPEX Takayuki Ueda, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Kepala Kantor Staf Presiden Dudung Abdurachman.
Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS.
Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari guna menopang kebutuhan energi nasional.
Setelah melalui proses pengembangan hampir tiga dekade sejak kontrak ditandatangani pada 1998, proyek ini akhirnya memasuki tahap konstruksi.
Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56 persen atau melampaui target.
Pemerintah juga terus mempercepat penyelesaian berbagai perizinan strategis dan desain fasilitas utama agar Final Investment Decision (FID) dapat ditetapkan pada akhir tahun ini, sehingga proyek dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Selain diperkirakan berkontribusi sekitar 137,7 miliar dolar AS terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga 2055 dan menciptakan sekitar 12.000 lapangan kerja langsung selama masa konstruksi, proyek ini juga menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangan sebagai bagian dari komitmen membangun sektor energi yang lebih berdaya saing dan ramah lingkungan.
BERITA TERKAIT: