Melalui unggahan di akun X pribadinya pada Minggu, 21 Juni 2026, Cak Imin menegaskan Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang mengedepankan harmoni dan persatuan, bukan arena kompetisi politik.
“NU itu bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif. NU itu orkestrasi kultural yang menyatukan, bukan saling menyingkirkan. Berbagai kemampuan dan kecerdasan sosial bersatu padu,” tulisnya.
Dalam unggahan tersebut, Menko Pemberdayaan Masyarakat itu juga menyampaikan pesan tegas kepada pihak-pihak yang dinilai membawa kepentingan politik ke dalam organisasi.
“Yang main-main di NU keluarkan aja. Yang berpolitik silakan di partai aja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai dinamika internal PBNU menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
Meski tidak menyebut pihak tertentu, Muhaimin seolah mengajak semua pihak untuk menjaga khittah dan tradisi kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas NU.
Menutup unggahannya, mantan Wakil Ketua DPR RI mengungkapkan kerinduannya kepada almarhum KH. Hasyim Muzadi, yang pernah memimpin PBNU pada periode 1999?"2010.
“Kangen Pak Hasyim Muzadi, rek!” tandasnya.
BERITA TERKAIT: