Prosesi pelantikan dipimpin langsung Presiden Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Acara digelar bersamaan dengan pelantikan Presiden Partai Buruh, Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026, Nanik S Deyang resmi dilantik sebagai Kepala BGN bersama dua wakil kepala, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Ketiganya mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo sebelum dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara yang diwakili Nanik selaku kepala BGN.
Presiden Prabowo mencopot Kepala BGN sebelumnya, Dadan Hindayana, yang terseret kasus dugaan korupsi tata kelola dan pengadaan barang dalam program MBG.
Dua wakil kepala sebelumnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, juga ikut diberhentikan karena terlibat dalam perkara yang sama.
Penunjukan Nanik sebagai kepala BGN disebut bukan tanpa pertimbangan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilai pengalaman Nanik selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN menjadi modal penting untuk memimpin proses pembenahan lembaga.
“Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengembang amanah sebagai wakil kepala badan gizi nasional. Sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di badan gizi nasional,” ujar Prasetyo dalam pernyataan di Jakarta, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.
Selain memahami seluk-beluk organisasi, Nanik juga dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang tegas dalam menegakkan disiplin dan tata kelola kelembagaan.
“Yang kedua, dalam evaluasi dan monitoring, beliau salah satu yang cukup kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas terhadap yang kemarin kami sampaikan kedisiplinan di dalam menjalankan SOP-SOP,” kata Prasetyo.
Menurut Prasetyo, ketegasan tersebut menjadi modal penting untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di badan gizi nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat," tegasnya.
BERITA TERKAIT: