Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong mengatakan, kegiatan kenegaraan Presiden Prabowo ke Perancis merupakan agenda yang telah direncanakan jauh hari.
“Ini bukan perjalanan pribadi presiden, tetapi tugas negara. Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Kebetulan waktunya bertepatan dengan Iduladha,” ujar Bahtra kepada
RMOL, Selasa, 26 Mei 2026
Namun berdasarkan perkembangan saat ini, dia menyayangkan adanya pihak-pihak yang memelintir agenda diplomasi Kepala Negara menjadi polemik politik, hanya karena bertepatan dengan momentum Iduladha.
Menurut Bahtra, di tengah situasi geopolitik dan ekonomi global yang semakin tidak pasti, Presiden Prabowo justru sedang memperjuangkan kepentingan nasional melalui penguatan hubungan strategis Indonesia dengan Prancis yang dapat menjadi mitra Indonesia di bidang pertahanan, investasi, teknologi, energi, dan industri strategis.
Apalagi, Wakil Ketua Komisi II DPR ini menilai hubungan Presiden Prabowo dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, sangat erat dalam setahun terakhir, karena sebelumnya Prabowo menjadi tamu kehormatan dalam peringatan Bastille Day tahun 2025 lalu.
"Sebuah penghormatan diplomatik khusus yang tidak diberikan kepada semua pemimpin dunia. Yang harus dilihat publik adalah manfaat konkret untuk bangsa," tutur Bahtra.
"Mulai dari peluang investasi, penguatan ekonomi, transfer teknologi, hingga peningkatan posisi tawar Indonesia di tingkat global. Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolik yang bernuansa politis,” tandasnya.
BERITA TERKAIT: