Menurut Pangi, situasi politik saat ini memperlihatkan masih banyak pejabat yang kerap salah bicara hingga memunculkan kegaduhan di ruang publik.
“Yang menarik situasi politik hari ini itu adalah kok terus-menerus pejabat kita salah ngomong, terus-menerus minta maaf, terus-menerus pro kontra, kemudian memunculkan kekisruhan statement-nya,” ujar Pangi di kanal Youtube Bambang Widjojanto, Minggu, 24 Mei 2026.
CEO sekaligus Founder Voxpol Center Research and Consulting ini menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pola berpikir dan minimnya kehati-hatian pejabat dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.
“Sampai kapan pejabat kita seperti ini? Ini kan penyakit, tidak punya rasional dalam berpikir,” katanya.
Pangi juga menyoroti masih sedikit pejabat yang secara konsisten tampil membela kepentingan rakyat di tengah berbagai polemik yang berkembang.
Menurutnya, lembaga komunikasi pemerintah seharusnya mampu menjadi penengah dan meredam kritik publik, bukan justru ikut menimbulkan blunder baru.
“Badan komunikasi pemerintah seharusnya menjadi pemadam kebakaran terhadap kritik publik. Tapi sekarang justru banyak blunder juga,” tegasnya.
Teranyar, Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan pernyataan perlukah mengganti Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan karena Zulhas salah memberi informasi nama desa yang dia kunjungi.
Prabowo berbicara usai meninjau tambak budidaya udang di Desa Tegal Retno, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu kemarin, 23 Mei 2026. Momen ini terjadi usai Prabowo mendapat data nama desa yang salah dari Zulhas.
BERITA TERKAIT: