Analis Publik: Polri Bukan Sekadar Struktur, Tapi Pilar Kedaulatan Negara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/bonfilio-mahendra-1'>BONFILIO MAHENDRA</a>
LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA
  • Kamis, 05 Maret 2026, 10:46 WIB
Analis Publik: Polri Bukan Sekadar Struktur, Tapi Pilar Kedaulatan Negara
Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung meluncurkan buku "Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi Untuk Masyarakat" di Jakarta Selatan pada Rabu, 4 Maret 2026 (Dokumentasi Istimewa)
rmol news logo Peran seluruh kementerian dan lembaga negara, termasuk Polri, sangat strategis dalam mewujudkan Indonesia maju, berdaulat, adil, dan makmur. Hal ini mencakup pembangunan ekonomi yang berkeadilan, demokrasi yang beradab, hingga supremasi hukum yang tegas namun humanis.

Hal ini menjadi fokus saat Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, meluncurkan bukunya berjudul "Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat — Memimpin dengan Keteladanan: Rekam Jejak Jenderal Listyo Sigit Prabowo bagi NKRI".

Acara peluncuran digelar di Dandia Coffee, Jakarta Selatan, dengan menghadirkan narasumber seperti Andi Kurniawan, SH., M.H (Ketua PB HMI 2023-2025) dan Denni Wahyudi (Penulis Buku Indonesia Emas), dan dimoderatori oleh Riski Agussalim (Alumni Pascasarjana UI), serta dihadiri berbagai elemen mahasiswa, organisasi kepemudaan (OKP), ormas, dan komunitas ojol.

“Melalui buku ini, saya mengajak seluruh anak bangsa untuk memahami arah transformasi Polri Presisi dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Semoga kehadiran buku ini menambah wawasan kebangsaan, memperkaya literasi publik, dan memperkuat optimisme kita menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Nasky, dikutip redaksi di Jakarta, Kamis 5 Maret 2026.

Nasky, yang juga Ketua Indonesia Youth Epicentrum, menekankan bahwa Polri bukan sekadar institusi teknis, melainkan pilar utama kedaulatan negara. Menurutnya, Polri adalah wajah negara di mata rakyat: apakah negara benar-benar melindungi atau justru melukai kepercayaan publik.

“Di bawah kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto, bangsa ini diarahkan pada delapan agenda strategis yang dikenal sebagai Asta Cita—upaya memperkuat kedaulatan, pertahanan dan keamanan, pembangunan ekonomi, serta keadilan sosial,” jelas Nasky.

Transformasi Polri melalui paradigma Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) bukan sekadar proyek administratif. 

“Di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Polri diarahkan menjadi institusi modern, terbuka, demokratis, responsif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Tantangan bangsa kini meliputi kejahatan siber, kejahatan terorganisasi, radikalisme, konflik sosial, dan disrupsi teknologi yang menguji ketahanan hukum negara,” ungkapnya.

“Di medan inilah Polri Presisi diuji: apakah hanya kuat secara struktur, atau benar-benar adil dalam fungsinya,” tegas Nasky.

Sementara itu, Andi Kurniawan memberikan apresiasi atas peluncuran buku sebagai sarana literasi masyarakat. 

“Buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat penting sebagai literatur kebijakan publik yang menghubungkan visi kepemimpinan nasional, arah pembangunan hukum, dan peran strategis Polri sebagai garda terdepan pelayanan negara dalam mewujudkan program strategis nasional,” ujarnya. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA