Dasco Jaga Kenegarawanan Prabowo dari Ambisi Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Jumat, 06 Februari 2026, 22:05 WIB
Dasco Jaga Kenegarawanan Prabowo dari Ambisi Jokowi
Kebersamaan Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Istimewa)
rmol news logo Pengamat politik Nurul Fatta menyoroti pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang berulang kali menegaskan pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode.
Menurutnya, sikap Jokowi tersebut bisa dipahami jika dilihat sebagai ekspresi seorang ayah sekaligus politisi. Namun, pernyataan itu menjadi problematik ketika ditempatkan dalam posisi sebagai negarawan.

“Alih-alih menegaskan dukungan pada kebijakan Prabowo–Gibran saat ini, pernyataannya justru lebih bertujuan melakukan konsolidasi ingatan publik terhadap narasi Prabowo–Gibran dua periode,” kata Fatta kepada RMOL, Jumat, 6 Februari 2026.

Pernyataan Jokowi yang berulang kali mendukung pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode juga dinilai bukan sekadar ekspresi dukungan politik, melainkan mencerminkan adanya ambisi personal.

Selain itu, dukungan Jokowi terhadap skema dua periode juga dipandang lebih menonjolkan kepentingan keluarga dibanding kepentingan kenegaraan. 

Fatta lantas membandingkan sikap Jokowi dengan langkah politik Partai Golkar dan Partai Demokrat yang dinilai lebih berhati-hati. Kedua partai itu, kata Fatta, tidak tergesa-gesa mengikat diri pada agenda politik 2029 demi menghindari kontrak politik jangka panjang.

“Fokus mereka hari ini adalah memaksimalkan posisi dan sumber daya untuk memperkuat partai. Soal arah 2029, semuanya masih opsional,” ujarnya.

Fatta menilai Demokrat masih menyimpan ambisi politik Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sementara Golkar membuka berbagai kemungkinan, termasuk peluang mendukung Gibran. Hal itu sejalan dengan relasi Jokowi dan Golkar yang selama ini cukup erat.

Sementara itu, setelah wacana dua periode mulai bergema, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memilih sikap yang berbeda. Dasco berupaya menjaga Prabowo tetap berada pada posisi negarawan dengan menyebut dukungan tersebut sebatas doa dan harapan.

“Sikap Pak Dasco bukan menolak, bukan mengiyakan, tetapi mengatur tempo politik 2029,” jelas Nurul.

Menurutnya, langkah itu merupakan strategi Gerindra untuk memantau sejauh mana loyalitas dukungan elite-elite partai lain. Dengan demikian, Gerindra dinilai sedang mengunci fleksibilitas politik Prabowo agar tidak terikat terlalu dini oleh euforia elite partai. rmol news logo article
EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA