Waka MPR Apresiasi Respons Cepat Presiden Prabowo pada Pasar Modal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Senin, 02 Februari 2026, 14:23 WIB
Waka MPR Apresiasi Respons Cepat Presiden Prabowo pada Pasar Modal
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno. (Foto: Tim Eddy Soeparno)
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto panen pujian usai mengambil respons cepat pemulihan kondisi pasar modal Indonesia yang terkena goncangan akibat dihentikannya index rebalancing oleh MSCI atas saham-saham Indonesia, akibat kekhawatiran terkait transparansi dan tata kelola di bursa saham nasional.

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menyampaikan, komitmen Presiden Prabowo sebagaimana disampaikan Menko Perekonomian untuk segera meningkatkan free float dan transparansi kepemilikan saham merupakan sebagian di antara kebijakan yang ditunggu kalangan investor, khususnya investor asing yang sesungguhnya memiliki peran yang besar dalam perdagangan saham di Bursa efek Indonesia.

Kata Eddy, hanya melalui perbaikan tata kelola, transparansi dan peningkatan likuiditas di bursa saham Indonesia akan terhindar dari penurunan peringkat MSCI dari emerging ke frontier market. 

"Karena MSCI memberikan tenggat waktu evaluasi sampai dengan bulan Mei, maka kami mendorong Direksi BEI dan OJK untuk segera berbenah,” ujar Eddy yang selama 20 tahun menjadi praktisi perbankan dan pasar modal, Senin 2 Februari 2026.

Eddy menjelaskan, MSCI tidak sekedar sebagai panduan bagi investor institusional asing untuk berinvestasi di saham-saham Indonesia, tetapi lebih dari itu merupakan “license to invest” bagi sebagian besar investor asing yang memegang sekitar 45% dari total nilai kepemilikan saham di BEI. 

“Tidak mengherankan ketika MSCI menjatuhkan mosi tidak percaya kepada pasar saham Indonesia terjadi penjualan saham besar-besaran sehingga index saham di bursa anjlok hampir 8%," lanjut Eddy yang juga jebolan bank investasi Merryll Lynch.

Bagi Eddy, berbicara tentang saham adalah bicara ada kekayaan pribadi dan nasional di dalamnya. Menurutnya, jika harga saham-saham BUMN anjlok, tentu kekayaan nasional juga susut. 

"Namun yang paling terdampak adalah para investor minoritas yang merupakan pribadi-pribadi yang menggunakan tabungan atau uang pensiunnya untuk berinvestasi di pasar modal," kata Waketum PAN ini. 

Oleh karena itu, Wakil Ketua Umum PAN ini mengapresiasi Presiden Prabowo yang menaruh perhatian untuk melindungi kepentingan investor kecil dan menjaga nilai aset bangsa yang di BUMN yang tercatat di pasar modal.

"Sekarang saatnya berbenah dan kita tidak mengenal istirahat untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang dibutuhkan," pungkasnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA