Pesan itu dibahas Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yahdil Abdi Harahap saat menerima audiensi Pusat Pengkajian Agraria & Sumber Daya Alam (PPASDA) di Jakarta.
Yahdil Abdi Harahap mengatakan BUMDes memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi perdesaan.
“Untuk itu, riset desa menjadi fondasi penting agar setiap program BUMDes itu sesuai dengan potensi lokal dan menjawab kebutuhan riil masyarakat,” kata Yahdil dalam keterangan tertulis, Jumat 30 Januari 2026.
Ia menambahkan, Kementerian Desa terus mendorong penguatan kapasitas desa, termasuk melalui evaluasi kebijakan pengembangan BUMDes, agar pembangunan desa lebih adaptif terhadap tantangan sosial ekonomi masyarakat.
“Penguatan BUMDes dengan riset adalah hal yang penting. Potensi desa kita sangat luar biasa, ada pangan, hortikultura, hasil hutan, perikanan. Dengan riset dan inovasi maka akan sangat berdampak pada ekonomi desa,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif PPASDA, Irvan Mahmud mengatakan pengembangan desa perlu ditopang oleh riset yang memadai agar program yang dijalankan sesuai dengan kondisi sosial dan ekologi desa.
“Riset desa penting agar pengembangan BUMDes tidak berjalan seragam, tetapi berbasis pada karakter dan potensi masing-masing desa,” katanya.
BERITA TERKAIT: