Kegiatan ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, sebagai refleksi perjalanan panjang NU dalam menjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan sejak didirikan hingga memasuki abad kedua pengabdiannya.
Acara puncak Harlah NU akan dimulai sejak pagi hari, tepatnya pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, dan diproyeksikan dihadiri puluhan ribu warga Nahdliyin dari berbagai daerah, para kiai, ulama, tokoh nasional, serta unsur pemerintahan.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, turut diundang untuk hadir dalam momentum bersejarah tersebut.
Peringatan satu abad NU ini juga dimaknai sebagai selamatan 100 tahun Nahdlatul Ulama menurut kalender Masehi. Secara historis, NU didirikan pada 16 Rajab 1344 Hijriah, yang bertepatan dengan 31 Januari 1926.
Melalui Istighotsah Kubro, NU mengajak seluruh elemen bangsa untuk bermunajat, memperkuat spiritualitas, serta memohon keberkahan dan keselamatan bagi Indonesia.
Sementara Rapat Akbar menjadi ruang konsolidasi kebangsaan, meneguhkan kembali komitmen NU dalam mengawal Indonesia merdeka agar tetap berada di jalur persatuan, keadilan, dan peradaban yang mulia.
Memasuki abad kedua pengabdiannya, NU menegaskan peran strategisnya sebagai kekuatan moral, sosial, dan keagamaan yang terus hadir menjaga tradisi, merawat kebinekaan, serta menjawab tantangan zaman di tingkat nasional maupun global.
BERITA TERKAIT: