Penelitian yang memantau pemberitaan media massa dan berbagai platform media sosial pada periode 1 hingga 10 November 2025 ini menunjukkan fakta menarik.
Direktur Eksekutif DEEP Indonesia, Neni Nurhayati, memaparkan bahwa dari total 70 persen pemberitaan dan postingan yang bernada positif, sebagian besarnya berasal dari kalangan ormas Islam.
"Narasi Sentimen Positif berakar kuat pada dukungan organisasi keagamaan, yaitu pengakuan dari tokoh NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah," ujar Neni kepada RMOL di Jakarta, Selasa 11 November 2025.
Alasan utama ormas Islam menyetujui pemberian gelar Pahlawan ini adalah kontribusi positif Soeharto bagi bangsa dan negara.
"Mereka menyoroti kontribusi Soeharto terhadap kemajuan bangsa dan pembangunan, bahkan menyebutnya sebagai 'bibit Muhammadiyah', memberikan legitimasi moral dan sosial bagi pendukungnya," tutur Neni.
Lebih dari itu, Neni mendapati kalangan dari dua ormas Islam terbesar di Indonesia itu meyakini kepemimpinan Soeharto berhasil menjaga kondisi negara tetap terkendali selama 3 dekade memerintah.
"Soeharto dilihat sebagai tokoh yang menjaga stabilitas nasional, membangun pondasi ekonomi, dan memimpin pembangunan yang krusial bagi Indonesia," ucapnya.
"Narasi ini sering kali mengabaikan aspek-aspek negatif kepemimpinannya demi menekankan pencapaian material," demikian Neni menambahkan.
BERITA TERKAIT: