Menurut anggota Komisi IX DPR, Muchamad Nabil Haroen, jalur birokrasi yang kusut jadi salah satu faktor naiknya harga obat, dan perlu diurai oleh pemerintah, agar distribusi ke masyarakat lancar.
"Meningkatkan transparansi dan efisiensi tata kelola, memperbaiki sistem distribusi dan pengadaan obat dengan mengurangi jalur birokrasi yang tidak perlu dan memastikan semua proses berjalan transparan," kata Nabil Haroen, lewat keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu (7/7).
Selain itu, sistem regulasi yang lebih ketat dalam distribusi obat sangat penting dilakukan.
Legislator dari Fraksi PDIP itu juga mengatakan, pemerintah perlu mengawasi distribusi obat, agar tidak ada pihak yang memainkan harga di pasaran.
"Menerapkan regulasi yang lebih ketat terkait harga obat dan mengawasi pelaksanaannya agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan berlebihan dari harga yang tinggi," katanya.
Peran pemerintah harus kuat dalam menekan harga obat, Nabil berpendapat intervensi berupa subsidi dari pemerintah perlu dilakukan kepada produsen.
"Pemerintah perlu mengambil peran lebih aktif dalam mengatur dan mengawasi harga di pasaran, termasuk memberikan subsidi atau insentif bagi produsen dalam negeri," tutupnya.
BERITA TERKAIT: