Meski secara bersamaan partai berlambang banteng moncong putih itu gagal mengantarkan jagoannya, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, tampil sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024.
Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, strategi PDIP yang mengakar ke bawah menjadi kekuatan partai besutan Megawati Soekarnoputri itu hingga mampu meraih suara terbanyak.
"Bertahannya suara PDIP itu karena kerja politik mereka yang mengakar," kata Adi, kepada
Kantor Berita Politik RMOL, di Jakarta, Jumat (12/4).
Salah satu faktor yang membuat suara PDIP masih sangat kuat adalah kemampuannya menggarap basis marjinal yang selama ini seringkali terpinggirkan.
"Tak ada rumus yang menegaskan PDIP kuat karena oposisi, persisnya karena kerja turun ke bawah," pungkasnya.
Suara PDIP turun dari 27.503.961 suara pada 2019 menjadi 25.387.279 suara pada 2024. Dengan kata lain, PDIP hanya memperoleh 16,73 persen dari total suara sah Pemilu 2024.
Jumlah kursi mereka di DPR juga turun dari semula 128 kursi pada 2019, menjadi 110 kursi pada 2024. Dengan demikian, PDIP cuma menguasai 18,97 persen dari keseluruhan 580 kursi di DPR RI.
BERITA TERKAIT: