Bima mengatakan, politik 2024 berbeda dengan tahun-tahun politik sebelumnya. Kala itu dirinya boleh mengejar posisi walikota tanpa melihat jumlah kursi, karena pemilihan kepala daerah dilakukan lebih dulu daripada Pileg dan Pilpres.
"Sekarang situasinya berbeda, Pilpres dan Pilegnya dilakukan lebih dulu, kemudian Pilkada. Jadi misalnya partai (PAN) saya enggak cukup (kursi) di dewan enggak bisa juga (maju Pilkada). Atau ternyata orang-orang yang saya anggap akan jadi pendukung ternyata menjadi lawan," kata Bima Arya, dikutip
Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (31/12).
Melihat variabel seperti itu, Bima mengaku tidak mau pusing. Pun tidak mau terganggu dengan skenario yang belum pasti.
Dengan kata lain, Bima ingin menyelesaikan tugas-tugas sebagai Walikota Bogor hingga akhir masa jabatannya pada Desember 2023.
"Jadi saya enggak mau pusing lah soal itu, saya enggak mau diganggu dengan skenario yang belum pasti, yang pasti-pastinya beresin dulu (sebagai walikota)," tandasnya.
BERITA TERKAIT: