
Belajar dari pengalaman Pemilu 2014 dan 2019 lalu, PDI Perjuangan disarankan fokus meningkatkan elektabilitas Puan Maharani untuk Pilpres 2024 dibanding mengusung Ganjar Pranowo yang spesifikasinya sama dengan Joko Widodo.
Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto mengatakan, Pemilu 2014 dan 2019 menjadi ukuran bahwa kepopuleran calon presiden (capres) tidak berbanding lurus dengan kepuasan masyarakat terhadap partai politik (parpol) dalam mengusung capres.
"Hal itu terbukti di dua periode kepemimpinan Jokowi yang diusung oleh PDIP. Bahkan sentimen negatif dari masyarakat kepada parpol semakin bertambah ketika pemimpin terpilih malah lebih sering bertindak kontraproduktif," ujar Satyo kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Senin (7/11).
Atas alasan dan pengalaman dari dua pemilu tersebut kata Satyo, sebaiknya PDIP fokus untuk meningkatkan elektabilitas Puan Maharani sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.
"Sebaiknya PDIP fokus bagaimana meningkatkan elektabilitas Puan Maharani sang 'Putri mahkota' ketimbang Ganjar Pranowo yang kemungkinan spesifikasinya hampir mirip dengan pendahulunya (Jokowi)" pungkas Satyo.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: