"Malam lailatul qadar juga kesempatan yang sangat mahal yang diberikan Allah SWT. Itu lebih baik dari seribu bulan," jelas Tuan Guru Bajang Muhammad Zaninul Majdi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/4).
Keistimewaan lainnya, pada malam lailatul qadar merupakan momen Allah SWT. menetapkan takdir perjalanan setiap umat manusia pada satu tahun yang akan datang. Jadi malam lailatul qadar ini merupakan momen yang sangat krusial dan simbolik.
"Lalu kemudian pada malam lailatul qadar itu juga ada penetapan tentang satu tahun yang akan datang, tentang semua makhluk termasuk takdir kita di dalamnya," jelas TGB.
TGB kemudian mengurai tentang penetapan takdir untuk seluruh umat manusia, bahwa salah satu derivasi dari malam lailatul qadar adalah 'attakdir', yang berarti satu ketetapan, atau makna lainnya adalah satu kemuliaan.
"Memang lailatul qadar itu bisa diambil dari 'attakdir', yaitu ketetapan. Lalu juga bisa bermakna 'al-qadru asy-syaraf' yang berarti satu kemuliaan", jelas TGB.
TGB menjelaskan, kemuliaan malam lailatul qadar ini langsung disampaikan Allah swt. melalui firman-Nya.
"Kemuliaan malam lailatul qadar klaimnya langsung dari Allah SWT. Rasul sendiri menyampaikan untuk bersungguh-sungguh mencari malam lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan," tandasnya.
BERITA TERKAIT: