Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, salah satu tantangan nyata hari ini adalah gejolak konflik Ukraina-Rusia yang berpengaruh banyak pada stabilitas global.
“Konflik Ukraina berdampak pada kelangkaan berbagai kebutuhan pokok, memicu inflasi bahkan ancaman stagflasi di sejumlah negara," ujar Budi Gunawan dalam keterangannya, Senin (18/4).
"Di Tanah Air, dampaknya sangat dirasakan masyarakat kebanyakan akibat kenaikan harga-harga yang tak terhindari. Terutama harga bahan bakar, pangan, dan berbagai produk turunannya,†imbuhnya.
Budi menyampaikan, pemerintah telah meluncurkan serangkaian program bantalan ekonomi untuk masyarakat, khususnya golongan miskin dan rentan yang nilainya mendekati Rp 500 triliun.
Alasan disiapkannya bantalan sosial itu, lanjut Budi, apabila tekanan di sektor ekonomi ini tidak diatasi, efeknya bisa merembet ke kehidupan sosial politik. Sementara, Indonesia saat ini sedang menghadapi agenda nasional, yaitu Pemilu dan Pilkada serentak 2024.
“Semua itu merupakan program afirmasi pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat kebanyakan agar kehidupan sosial ekonomi kita yang selama ini kondusif tetap terjaga,†jelasnya.
Budi yang juga Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) ini menambahkan, pelajaran paling berharga dari kondisi eksternal yang sangat berdampak ke perekonomian nasional ini, adalah perlunya upaya kita semua untuk menciptakan kemandirian ekonomi.
"Yaitu ekonomi yang mampu mencukupi kebutuhan esensial (
self sufficient) bangsa dan mendukung ketahanan nasional," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: