Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Roberth Rouw berujar, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menyebutkan harga pangan mencapai titik tertinggi akibat perang Ukraina dan Rusia.
"Sementara banyak negara lain bergantung dengan hasil pangan dari kedua negara tersebut," ujar Robert dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/4).
Ketersediaan pangan dunia yang semakin menipis secara otomatis berakibat buruk bagi kebutuhan pangan di Indonesia. Karenanya, harga-harga pangan dan kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga dan angka inflasi.
"Jika tidak diantisipasi, maka akan berpengaruh terhadap stabilitas pangan di dalam negeri. Fraksi Partai Nasdem mempunyai kepentingan untuk menjaga agar krisis pangan ini tidak terjadi di dalam negeri," ujarnya.
Untuk menyikapi berbagai permasalahan pangan dunia, Fraksi Nasdem menyampaikan tiga hal penting. Pertama, mendukung secara kritis dan konstruktif pemerintahan Jokowi sampai 2024 mendatang.
Kedua, mendukung sikap pemerintahan Indonesia yang melakukan sikap abstain di sidang Dewan Keamanan PBB terkait masalah Ukraina.
Yang ketiga, meminta seluruh anggota fraksi untuk melakukan pemantauan ketersedian pasokan sembako dan keterjangkauan harga di seluruh Indonesia serta harga dan jumlah bahan energi.
"Untuk itu, Fraksi Nasdem membuka posko pengaduan terkait masalah sembako dan energi," tutupnya.
BERITA TERKAIT: