Data tersebut oleh publik diragukan kebenarannya. Termasuk oleh Masinton Pasaribu lantaran tidak ada penjelasan tentang metodologi pengambilan dan pengolahan sampelnya.
“Sumbernya big data atau “big mouth†sihhh ??. #LordBicaraPenundaan,†ujarnya lewat akun Twitter pribadi, Senin (14/3).
Saat dihubungi
Kantor Berita Politik RMOL, anggota Komisi XI DPR RI ini menjelaskan maksud dari kicauannya itu. Menurutnya, klaim big data tersebut perlu digelar secara terbuka. Tujuannya agar ada transparansi kepada publik.
Dengan begitu juga, sambungnya, publik tidak akan lagi menyebut klaim Luhut tersebut sebagai “big mouthâ€
“Jadi agar publik tidak mempertanyakan klaim tersebut sumbernya big data atau big mouth?†tutupnya.
BERITA TERKAIT: