Berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan oleh Indopol Survey, Ganjar-Anies disebut melejit atas survei periode Januari 2022 yang diselenggarakan pada 18-25 Januari 2022.
Direktur Eksekutif Indopol Survey, Ratno Sulistiyanto mengatakan, latar belakang kepala daerah masih menjadi pilihan publik di dalam mempertimbangkan calon pemimpin nasional ke depan.
Temuan data Indopol, sebesar 23,66 persen publik pemimpin nasional kedepan diisi oleh kepala daerah, disusul dari kalangan TNI sebesar 21,63 persen, dan ketiga adalah dari golongan intelektual atau cendikiawan sebesar 16,91 persen.
Selebihnya, di bawah 10 persen menjadi pilihan publik, termasuk ketua partai politik (Parpol) hanya sebesar 4,15 persen.
"Hal tersebut terkonfirmasi oleh temuan survei dalam pertanyaan terbuka, yakni figur tokoh nasional yang menurut publik layak menjadi pemimpin Indonesia atau Presiden 2024 tidak didominasi oleh ketua parpol, kecuali hanya Prabowo dan AHY," ujar Ratno dalam rilisnya, Minggu (27/2).
Temua survei kata Ratno, menunjukkan bahwa Ganjar Pranowo tertinggi, yakni 16,18 persen disusul oleh Prabowo Subianto sebesar 15,85 persen dan Anies 14,88 persen.
"Sementara Jokowi hanya 5,28 persen, kemudian Ridwan Kamil 4,55 persen, Sandiaga Uno 4,76 persen, Ahok 2,76 persen, dan AHY 2,28 persen, dan lainnya mendapat apresiasi di bawah 2 persen," kata Ratno.
Survei ini kata Ratno, juga menemukan bahwa tren popularitas, liketabilitas dan elektabilitas dalam pertanyaan semi terbuka dengan 22 nama calon Presiden 2024, menunjukkan sosok Ganjar memiliki tingkat elektabilitas tertinggi 20,49 persen, dan efektif dalam memanfaatkan popularitasnya.
"Posisi kedua beda tipis adalah Prabowo Subianto 20,33 persen, ketiga Anies Baswedan 19,02 persen, di mana angka-angka ini naik dari survei sebelumnya bulan November 2021, dan selisihnya pun sudah mulai tidak jauh antar ketiga nama tersebut," pungkas Ratno.
Pengambilan sampel survei ini dilakukan dengan cara multistage random sampling dengan responden sebanyak 1.230 orang dengan margin error kurang lebih sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
BERITA TERKAIT: