Menurut Intelektual Muda NU, Ubaidillah Amin Moch, ini merupakan tujuan Erick Thohir yang menginginkan pesantren menjadi Mercusuar Kebangkitan Ekonomi.
Bahkan, lanjut Ubaidillah, Erick akan melibatkan para ahli BUMN dalam pengembangan Badan Usaha Milik NU. Baik dari sisi pemasaran, perbaikan produk, hingga soal digitalisasi. Sehingga produk yang dihasilkan bisa lebih meningkat dan dapat bersaing secara global.
Sebelumnya juga Erick Thohir sudah banyak melakukan pembinaan dan program yang menyasar ke pesantren. Seperti beasiswa santri ke perguruan tinggi S1, S2, santri magang di BUMN, dan Pertashop untuk pesantren.
"Saya sebagai warga generasi muda Nahdliyin sangat mendukung dan mengapresiasi apa yang dikerjakan oleh Erick Thohir," ucap Ubaidillah, dalam keterangannya, Jumat (18/2).
"Saya pikir apa yang beliau lakukan merupakan sebuah kecerdasan dari pengejawantahan arahan dan perintah Presiden Jokowi yang ingin membangun kemandirian umat dalam hal ekonomi, supaya bisa bersaing atau setidaknya mengimbangi persaingan global," sambung pengasuh Ponpes Annuriyah Kaliwining, Jember, Jawa Timur.
Harlah NU ke-99 di Bangkalan, Madura, dikemas dengan nuansa yang berbeda dari sebelumnya. Peringatan harlah NU menjelang satu abad ini ditempatkan di Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan, yang merupakan pioner pendirian ormas NU dan juga guru dari para pendiri NU.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan,"NU membutuhkan energi spiritual yang kokoh karena NU bukan hanya akan berurusan dengan dinamika fisik, tapi juga dinamika sosial dan mental dari seluruh pergulatan umat manusia di seluruh dunia."
BERITA TERKAIT: