Kebijakan tersebut langsung disorot keras oleh anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter.
Jupiter berpandangan akan banyak masyarakat bawah yang kembali terpuruk oleh kebijakan tersebut akibat adanya pengetatan aktivitas warga.
“Mereka (masyarakat kelas bawah) sangat takut ketika PPKM dinaikan lagi dan pengetatan aktivitas diberlakukan lagi, karena akan berdampak pada sektor usaha mereka, semuanya serba dibatasi,†kata Jupiter kepada wartawan, Selasa (8/2).
Politikus Nasdem ini mengaku saat turun ke tengah masyarakat, banyak yang mengeluhkan kondisi ekonomi saat ini, terutama bagi mereka yang mengandalkan pemasukan sehari-hari dari berdagang.
"Pedagang angkringan, pecel lele, dan warung-warung tenda di pinggir jalan banyak yang mengeluh. Jam berjualan dibatasi sehingga berdampak pada penghasilan mereka yang makin menurun,†papar Jupiter, dikutip
Kantor Berita RMOLJakarta.
Umumnya mereka mulai berjualan pada pukul 18.00 WIB hingga malam hari. Namun karena adanya pembatasan, mereka cuma bisa buka sampai pukul 21.00 WIB saja.
"Sehingga ketika pulang barang dagangannya masih banyak, kasihan. Mereka rugi kalau PPKM ketat,†kata Jupiter.
Dengan pengetatan PPKM level 3 ini, Jupiter meminta agar Pemprov DKI Jakarta yang memiliki perangkat cukup banyak seperti Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Perumda Pasar Jaya dan Food Station harus berperan.
"Pemprov DKI harus membantu meringankan ekonomi masyarakat kelas bawah," demikian Jupiter.
BERITA TERKAIT: