Kepada Ratu Hemas, Warga Mengeluh dan Minta Tambang Pasir Kali Progo Ditutup

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Rabu, 29 Desember 2021, 12:28 WIB
Kepada Ratu Hemas, Warga Mengeluh dan Minta Tambang Pasir Kali Progo Ditutup
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan DIY, GKR Hemas saat menampung keluhan warga/Net
rmol news logo Sejumlah warga menyampaikan aduan secara langsung kepada Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan DIY, GKR Hemas, yang pada Selasa (28/12) meninjau lokasi penambangan pasir di Padukuhan Jomboran, Sendangagung, Minggir, Sleman.

GKR Hemas datang bersama cucunya RM. Gustilantika Marrel Suryokusumo, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Hardo Kiswoyo.

Kedatangan tersebut merupakan tindak lanjut atas aduan Paguyuban Masyarakat Kali Progo ke DPD RI Perwakilan DIY karena resah dengan aktivitas penambangan pasir di wilayah itu.

Sesampainya GKR Hemas di bantaran Kali Progo, warga langsung menghampiri dan menyampaikan keluh kesah.

"Tolong tambang pasir di Kali Progo segera ditutup, Ibu Ratu. Kami sudah sangat resah," ujar warga Padukuhan Jomboran, Tandi.

Penambangan pasir di Kali Progo, kata Yandi telah membuat bantaran sungai terus terkikis, sehingga mengancam keberadaan lahan milik warga yang berada di dekatnya.

Tidak hanya itu, air sumur juga tercemar hingga polusi suara yang dihasilkan oleh alat berat mengganggu konsentrasi anak- anak saat menjalani pembelajaran daring di rumah.

"Dulu di sini banyak tanaman singkong, Gusti Ratu. Sekarang Gusti Ratu pirsa (melihat) sendiri," keluh Tandi menunjuk bagian bantaran sungai.

"Semoga Gusti Ratu bisa memenuhi harapan kami," harapnya.

Tidak hanya Tandi, Warga Padukuhan Pundak Wetan, Kembang, Nanggulan bernama Ngajimin juga menyampaikan keluhan.  Dia mengaku ketakutan karena tebing di belakang rumahnya terus menerus longsor akibat aktivitas pertambangan. Jarak rumahnya dengan tebing tersebut sekitar 20 meter. Ia juga punya harapan sama, yakni aktivitas penambangan pasir di Kali Progo dihentikan.

"Niku griyo kulo (itu rumah saya), Gusti Ratu," katanya sambil menunjuk bangunan rumahnya yang berada di tepi tebing Kali Progo.

Seusai meninjau bantaran Kali Progo, GKR Hemas dan rombongan kemudian mendatangi salah satu rumah di Padukuhan Jomboran. GKR Hemas dan rombongan kembali bertemu warga.

Permaisuri Sri Sultan HB X tersebut pun mendengarkan berbagai uneg-uneg warga terkait aktivitas tambang.

Terakhir, GKR Hemas meminta kepada Dukuh Jomboran, Sugiyono memberi salinan surat izin penambangan yang beroperasi di wilayahnya.

"(Salinan) Surat izin (penambangan) ini saya bawa. Kemudian akan saya pelajari. Kita lihat, ada tidak pelanggaran yang terjadi dalam proses pemberian izin tersebut. Kalau ada, pasti tindakan tegas akan diberikan," kata GKR Hemas. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA