Muslim datang ke Istana Wali Nanggroe bersama Sekretaris DPD Demokrat Aceh Arif Fadillah, Bendahara DPD Demokrat Aceh Nurdiansyah Alasta, dan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPD Demokrat Aceh Firdaus Noezula.
"Lembaga Wali Nanggroe sebagai pemersatu dan pembina serta pengawal perdamaian di Aceh. Oleh karena itu Lembaga Wali Nanggroe sangat penting dalam mempercepat pembangunan Aceh saat ini,†kata Muslim dalam pertemuan yang dihadiri oleh staf khusus Wali Nanggroe Kamaruddin Abu Bakar alias Abu Razak, Teuku Kamaruzzaman alias Ampon Man, dan M Rafiq.
Dilaporkan
Kantor Berita RMOLAceh, Senin (27/12), pertemuan tersebut diawali dengan cerita nostalgia proses Perdamaian Aceh. Mereka mengenang peran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan para jururunding, mewakili Pemerintah Indonesia, saat berkomunikasi dengan perwakilan Gerakan Aceh Merdeka.
Satu di antara delegasi GAM dalam perundingan itu adalah Malik Mahmud.
Kepada Wali Nanggroe, Muslim menyampaikan pesan SBY untuk senantiasa menjaga dan merawat perdamaian di Aceh. Karena itu, Partai Demokrat Aceh berkomitmen untuk mendukung peran Wali Nanggroe.
"Itulah yang membuat kami konsisten mengawal MoU, dan mengawal keberadaan Lembaga Wali Nanggroe di Aceh sebagai kekhususan Aceh pascalahirnya MoU Helsinki," jelas Muslim.
Di ujung pertemuan, Muslim juga menyampaikan salam dari SBY, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky.
Muslim mengatakan pertemuan ini disambut baik oleh para pimpinan Partai Demokrat di Jakarta.
BERITA TERKAIT: