Bagi Partai Golkar Kota Bandung, siapapun yang nanti akhirnya duduk di kursi Wakil Walikota diharapkan bisa melanjutkan, bahkan menuntaskan, janji-janji kampanye.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung, Edwin Senjaya mengatakan, siapapun nama yang diusulkan untuk mengisi slot Wakil Walikota Bandung merupakan urusan internal dari PKS ataupun Gerindra sebagai pengusung Oded-Yana pada Pilkada 2018.
"Silakan saja itu internal mereka," kata Edwin saat dihubungi
Kantor Berita RMOLJabar, Senin (20/12).
Edwin memastikan, Golkar akan menjadi pihak yang mengawal dan menjadi mitra strategis dalam pembangunan Kota Bandung. Golkar juga akan mendukung penuh setiap program yang berdampak positif dan tak segan melakukan kritik jika program yang disodorkan dapat berdampak negatif bagi Kota Bandung.
"Siapapun sosoknya, kita akan tetap mengawal, dalam arti kata menjadi mitra strategis dan mitra kritis," ujarnya.
"Kita menyokong program-program Kota Bandung yang bagus, tapi kalau ada yang perlu kita kritisi, kita kritisi," tegasnya.
Di sisi lain, lanjut Edwin, siapun sosok yang nantinya mengisi slot Wakil Walikota Bandung harus mampu merealisasikan janji-janji kampanye dari Oded-Yana.
"Janji kampanye yang dituangkan dalam RPJMD, harus kita kawal bersama, kita tanyakan juga kalau belum terealisasi," tandasnya.
DPW PKS Jawa Barat telah menerima empat nama yang diusulkan oleh DPD PKS Kota Bandung untuk mengisi slot Wakil Walikota Bandung.
Yaitu Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan, Ketua DPD PKS Kota Bandung Khairullah, anggota Komisi V DPRD Jabar Siti Muntamah, dan anggota DPR RI Ledia Hanifa Amaliah.
BERITA TERKAIT: