Makna Sumpah Pemuda di Mata PMKRI: Persatuan Indonesia Lahir dan Tumbuh Natural

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Kamis, 28 Oktober 2021, 15:58 WIB
Makna Sumpah Pemuda di Mata PMKRI: Persatuan Indonesia Lahir dan Tumbuh Natural
Ketua Umum PP PMKRI Benidiktus Papa saat hadiri diskusi daring Tanya Jawab Cak Ulung/Repro
rmol news logo Peringatan sumpah pemuda yang dilakukan 93 tahun lalu yang bertepatan pada hari ini, Kamis (28/10) dimaknai beragam oleh seluruh elemen masyarakat.

Bentuk peringatan dilakukan dengan berbagai cara. Tidak sedikit juga Sumpah Pemuda dimaknai dengan memberikan catatan bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan berbangsa dan bernegara ke depan.

Ketua Umum PP PMKRI Benidiktus Papa menyampaikan rasa syukurnya bahwa hari ini masih dapat memperingati hari sumpah pemuda.

Kata dia, momentum Sumpah Pemuda seharusnya membuat seluruh generasi muda untuk berpikir kembali substansi daripada momen ikrar 17 tahun sebelum Indonesia diproklamirkan merdeka itu. Sebab, sumpah pemuda adalah semangat digelorakan oleh para pendiri bangsa.

Beni memberikan catatan penting dalam peringatan sumpah pemuda kali ini untuk masyarakat Indonesia.

Ia memandang, di tengah situasi kemajemukan Indonesia, masih sering terjadi diskriminasi antar sesama, saling tidak menghormati sesama masih menjadi pekerjaan rumah Indonesia.

“Salah satu tujuan sumpah pemuda itu kan adalah bagaimana persatuan Indonesia itu betul-betul lahir dan tumbuh secara natural di negara kita,” ucap Beni di acara diskusi virtual Tanya Jawab Cak Ulung bertemakan Refleksi Sumpah Pemuda 1928, Kamis (28/10).

Menurutnya, saat ini banyak anak muda yang merasa dirinya paling baik dan lebih berhak tentang hal tertentu. Imbasnya, tambah Beni, membuat sebagian kecil kalangan atau minoritas kurang mendapatkan perhatian besar dan kerap mendapatkan diskriminasi.

"Jadi masih ada pribadi-pribadi ataupun kelompok tertentu yang merasa dia lebih berhak daripada kelompok yang lain. Kita sebagai anak muda saat ini, ingin mengikis itu,” ucapnya.

“Karena itulah founding father kita terdahulu mendeklarasikan sumpah pemuda ini,” imbuhnya.

Selain itu, kata Beni, tantangan ke depan bagi para generasi muda sangatlah berat, dan dinamis.

Ia memprediksi, dalam kurun waktu lima sampai 10 tahun ke depan kehidupan berbangsa di Indonesia untuk dapat bersaing secara global masih penuh dengan tantangan.

Beberapa hal yang menurut Beni penting dipersiapkan adalah keterampilan, kepribadian anak muda yang siap bersaing di level global.

“Kalau tidak, maka walaupun bonus demografi yang kita saat ini lihat dan rasakan tidak akan berdampak baik, baik di tengah masyarakat maupun di kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai bagian integral dari negara Indonesia,” tutupnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA