Geram Sikap Menkes Bertolak Belakang dengan Perintah Jokowi Soal Tarif Tes PCR, Ini Usul Ketum AMK

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Rabu, 27 Oktober 2021, 15:34 WIB
Geram Sikap Menkes Bertolak Belakang dengan Perintah Jokowi Soal Tarif Tes PCR, Ini Usul Ketum AMK
Ketua Umum Angkatan Muda Kabah (AMK) Rendhika D Harsono
rmol news logo Sikap menggantung Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, yang terkesan tak mematuhi perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta ambang batas tertinggi tarif tes PCR menjadi Rp 300 ribu disayangkan Angkatan Muda Kabah (AMK).

Ketua Umum AMK, Rendhika D. Harsono mengaku kecewa dengan Menkes. Sebab dalam jumpa pers kemarin, Budi terkesan menolak permintaan Presiden Joko Widodo dengan menyatakan,"Kalau diturunkan menjadi Rp 300 ribu itu mungkin Indonesia masuk 10 persen yang paling murah dibanding harga PCR airport di dunia".

"Presiden Jokowi minta diturunkan pasti sudah mempertimbangkannya secara matang untuk kepentingan rakyat. Seharusnya Menkes peka dan tidak bertolak belakang dengan presiden," ujar Rendhika dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/10).

Rendhika memandang tarif tes PCR sangat mungkin diturunkan kembali hingga Rp200 ribu, dengan catatan pemerintah punya kehendak mensubsidi bahan baku tes PCR yaitu Reagen yang merupakan komponen utama dan paling mahal di dalam produksi PCR.

"Di dalam PCR itu komponen Reagen lebih dari 90 persen dari total komponen biaya produksi," ungkapnya.

Ketua DPP PPP ini menuturkan, AMK telah mengkaji bahwa penurunan harga tes PCR akan berdampak pada percepatan proses testing dan tracing. Sehingga, ini juga akan memberikan dampak yang signifikan dalam pengendalian Covid-19, terutama menyambut varian Covid-19 yang baru.

Rendhika menyebut, dukungan AMK terhadap keinginan Jokowi ini sangat rasional mengingat di saat bersamaan pemerintah sedang melakukan program vaksinasi nasional.

"Kami mengapresiasi segala upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19. Ini perlu kita sukseskan bersama mengingat pemerintah sedang berupaya keras dalam mempercepat pemulihan ekonomi dengan pemulihan Kesehatan melalui program vaksinasi," ucap Rendhika.

"Terkait dengan PCR, kami percaya, jika PCR-nya semakin murah maka masyarakat dapat menjangkau, penyebaran virus Covid-19 semakin mudah dikendalikan dan pemerintah akan sangat terbantu dari kemampuan masyarakat dalam melakukan tes mandiri," tandasnya.

Sementara itu, Geni Isno Murti, salah satu Ketua PN AMK menilai keinginan Jokowi agar tarif tes PCR turun menjadi Rp300.000 sangat relevan dan solutif terhadap pengendalian penyebaran virus Covid-19.

"AMK sebagai salah satu organisasi kepemudaan mengapresiasi terhadap keputusan penurunan tarif tes PCR ini," katanya menutup. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA